Jumat, 29 Juni 2012

Kades Terpilih Desa Undar-Andir Kec.Kragilan: DIDUGA MEMALSUKAN IJAZAH








SERANG-GN.
            Awal keterkaitan dalam dugaan pemalsuan ijazah adalah saat akan mencalonkan diri untuk persyaratan BALON PILKADES Undar-Andir Kec.Kragilan Kab.Serang-Banten, yakni AS telah berkasak kusuk untuk mendapatkan ijazah pada awal-awalnya, dan kemuadian AS telah mendapatkannya berkat bantuan orang lain. Ijzah yang di palsukan adalah Ijazah PAKET “A” ULA (Usia Lanjut-red).
            Setelah diadakannya investigasi tentang kebenarannya ternyata jelas Ijazah tersebut palsu dengan mengatasnamakan yang mengeluarkannya dari Pondok Pesantren Salafiah “AL-HIDAYAH” yang beralamat di Kec. Cikeusal Kab.Serang. Untuk mencari kebenarannya dugaan pemalsuan Ijazah tersebit tim media mendatangi Ponpes tersebut yang dipimpin oleh Hj.Eem Suhaemah kini. Ketika Tim Media mengkonfirmasinya ia mengatakan tidak ada murid atau yang mengikuti paket A dengan nama AS, pada hal Ijazah yang di palsukan tersebut tahun pelulusannya 2007,  menurut Hj.Eem pada tahun 2007 beliau tidak menandatangi Ijazah untuk kelulusan siswa-siswinya, karena pada waktu itu yang memimpin Alm.Suaminya (H.Muhdi-red), menurut Hj.Eem “Saya tidak menandatangani Ijazah pada tahun 2007, yang menandatangi setiap Ijazah siswa kami pada waktu itu suami saya almarhum, dan juga yayasan kami tidak ada daftar siswa yang mengikuti Paket A yang bernama AS dari Desa Undar-Andir Kec.Kragilan pada waktu 2007” katanya.
            Dengan dugaan ini masyarakat Desa Undar-Andir sangat resah, andai jadi dipimpin oleh Kades yang terkait tidak bersih alias tukang memalsukan Ijazah masyarakat sangat tidak menerimanya, sehingga dengan dugaan ini telah dilaporkan oleh masyarakat ke Pihak Hukum (Polisi-red). Lanjut Hj.Eem (pimpinan Ponpes Al-Hidayah), “Saya tidak takut dengan permasalahan ini dan kami tidak terima dengan adanya pemalsuan Ijazah yang mengatasnamakan Sekolah kami, bahkan kami akan menuntutnya jika sudah tertangkap oknumnnya” Cetusnya kepada Wartawan.
Dengan tidak terimanya beliau telah membuat Surat Pernyataan bahwa beliau tidak menandatangi Ijazah palsu itu dan tidak mengeluarkan Ijazah yang di Palsukan oleh As untuk kepentingan persyaratan Pilkades tersebut.
            Yang anehnya lagi kenapa panitia Pilkades meloloskan Calon tersebut dengan Ijazah palsu itu, ada apa..??? Dan  demi penegakan hukum kini kasusnya telah ditangani oleh pihak kepolisian.  (*Sin)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar